Inilah Kriteria Calon Suami Bagi Muslimah yang Dijelaskan Dalam Hadits

Untuk seorang muslimah, jika ingin mencari suami ada satu kriteria yang penting untuk diperhatikan. Yaitu calon suami harus mampu memberi nafkah.
Karena Islam menjadikan sikap menyia-nyiakan hak istri, anak-anak serta kedua orang tua dalam urusan nafkah adalah kategori dosa besar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata;

كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت
“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)
Dalam masalah nafkah Rasulullah membolehkan pengajuan dan menimbang faktor kemampuan suami memberi nafkah. Seperti kisah pelamaran Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha:

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت‏:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه‏
“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Rasulullah lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.” (HR. Bukhari-Muslim
Dalam hadis ini Rasulullah tidak merekomendasikan Muawiyah radhiyallahu ‘anhu karena miskin. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kemampuan memberi nafkah perlu diperhatikan.
Akan tetapi masalah nafkah jangan dijadikan tujuan utama. Jika calon suami sudah menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya kelak, itu sudah mencukupi.
Rasulullah SAW bersabda,

تعس عبد الدينار، والدرهم، والقطيفة، والخميصة، إن أعطي رضي، وإن لم يعط لم يرض
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.” (HR. Bukhari).
Dan Perlu di pahami dengan jelas bahwa  calon suami bukan harus kaya raya. Allah menjanjikan kepada lelaki miskin yang ingin menjaga kehormatannya dengan menikah untuk diberi rizki.
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. A- Nur: 32)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Kriteria Calon Suami Bagi Muslimah yang Dijelaskan Dalam Hadits"

Post a Comment