Jalan Dibangun Tembok Pengusaha Kaya, Ratusan Siswa SD Harus Memanjat Setiap ke Sekolah

Ratusan murid SD Kristen Petra Alak, Kecamatan Alak Kota Kupang, harus memanjat tembok setinggi empat meter, untuk bisa sampai ke sekolah maupun kembali ke rumah.
Tembok tinggi yang menghalangi akses menuju SD diketahui dibangun oleh seorang pengusaha di sana.
Meskipun beresiko fatal bagi keselamatan, langkah tersebut ditempuh lantaran menjadi satu-satunya akses tercepat menuju ke sekolah.
Dikutip dari Kompas.com, seorang siswa bernama Juliana saat ditanya mengaku sangat kesulitan memanjat tembok tinggi tersebut.
Namun, ia tak bisa mencari jalur alternatif lain.
Pasalnya, jaraknya terlalu jauh hingga mencapai enam kilometer.
Lantaran kondisi jalan yang jauh itulah, membuat Juliana bersama teman-temannya terpaksa harus memanjat tembok itu setiap hari.
Diakui Juliana, sebelum adanya tembok itu, para siswa tidak pernah terlambat ke sekolah.
Ia pun berharap agar ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Sementara itu, dijelaskan oleh Kepala Sekolah SD Kristen Petra Alak, Frengky Kase, tembok tinggi tersebut dibangun sekira tiga bulan lalu.
Sejak ada tembok tinggi itu, murid-murid sering terlambat ke sekolah karena memakan waktu 20 hingga 25 menit.
Sebelumnya, para murid hanya butuh waktu 5 sampai 10 menit untuk sampai ke sekolah.
Dirinya berharap, akan ada kebijakan dari pihak pemerintah seperti wali kota, gubernur, DPRD, serta pemilik lahan untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
Dijelaskan pula oleh Lurah Penkase Oeleta, Felipus Mau, jalan itu ditutup oleh dua pengusaha yakni Pitoby dan Yano Laimonta atau Caicong.
Felipus mengaku sudah melakukan mediasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pitoby dan Caicong agar jalan itu bisa diberikan kepada masyarakat.
Saat ini, mediasi telah dilakukan, hasilnya yakni pihaknya masih menunggu tim dari Badan Pertanahan Nasional Kupang untuk turun ke lokasi dan mengukur batas tanah antara dua pengusaha tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalan Dibangun Tembok Pengusaha Kaya, Ratusan Siswa SD Harus Memanjat Setiap ke Sekolah"

Post a Comment