Heboh Pernikahan Sesama Perempuan di Bengkulu Utara

Kabar pernikahan sejenis antar perempuan menghebohkan warga Bengkulu.
Pernikahan antara DS dan FT tersebut berlangsung di Desa Bukit Makmur, Pinang Raya, Bengkulu Utara.
Kantor Urusan Agama Kecamatan Ketahun tidak mengetahui kejadian tersebut. Sebab, pernikahan dilakukan secara siri.
“Jujur, saya tidak tahu kalau dia (FT) perempuan, saya pikir dia laki-laki, karena melihat dari penampilan dia (FT) memang laki,” ucap DS kepada wartawan, Minggu (8/3).
DS mengaku, ia kenal dengan FT kurang lebih dua bulan. Dalam jangka waktu yang singkat itu, FT mengajak dirinya menikah.
Tawaran tersebut kemudian disetujui oleh DS dan keluarganya.
“Dia (FT) ngajak saya nikah, terus saya iyakan, tetapi setelah menikah, ternyata Dia (FT) juga perempuan. Sedih rasanya,” tandas DS.
Kepala Desa Bukit Makmur, Rajib, mengatakan, identitas FT terbongkar setelah warga desa mencari kediaman keluarga FT di Bengkulu.
Dari hasil penyusuran itu, pihak keluarga menegaskan jika FT merupakan seorang wanita.
“Dan mereka berdua (FT dan DS) itu sama-sama pergi dari rumahnya. Namun keluarga FT mengatakan, jika FT adalah wanita. Penampilannya cowok. Namun sudah selesai dengan kekeluargaan,” ucap Rajib.
Rajib menambahkan, proses ijab qabul dan pesta pernikahan telah dilangsungkan oleh pihak keluarga pada Rabu (26/2). Untuk ijab qabul, prosesnya dilakukan secara siri.
Kepala Pengadilan Agama Arga Makmur, Bengkulu Utara, Nasrullah, mengatakan, kasus ini dijadikan pembelajaran bagi masyarakat.
Secara filosofi, lanjut Nasrullah, salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan. Sesuai budaya dan sosiologi di Indonesia, pernikahan dilakukan antara pasangan pria dan wanita.
“Jika mengikuti ketentuan undang-undang, bisa dipastikan ini tidak akan terjadi. Jikapun terjadi pernikahan sesama jenis, salah satu tujuan pernikahan meneruskan keturunan tak akan pernah terwujud,” tutup Nasrullah.
Sumber: kumparan.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh Pernikahan Sesama Perempuan di Bengkulu Utara"

Post a Comment