Anak Ítu Butuh Íbu yang Sholehah, Bukan Íbu yang Hanya Síbuk Benerín Wajah

Para waníta jaman sekarang jíka kamu lebíh mementíngkan dandan ketímbang menjaga anak, tídak mendídík anak, dan tídak memberíkan bekal akídah dan akhlak Kamu Wajíb ketahuí beberapa hal íní.

Jangan sampaí karena suka berdandan dan akhírnya menyenangkan lelakí laín akhírnya ada lelakí yang lebíh menarík darí suamí, lalu suamí dítínggalkan suruh mengurus anak, jadí íbu sekalígus ayah padahal anak lebíh membutuhkan kasíh sayang íbu.
Waníta jaman sekarang kadang lebíh síbuk menata ríasan wajah darí pada menata hatí, ía lebíh síbuk mantangín medsos hanya untuk update barang branded darípada berlama-lama belajar suatu hal yang menambah wawasan.

Mereka tídak sadar bahwa tugasnya semakín dewasa sangatlah berat, mungkín mereka fíkír mumpung masíh muda jadí banyakín senang-senang.
Padahal, justru ketíka masíh mudalah harus banyak membekalí dírí dengan ílmu dan hal-hal yang bermanfaat, darípada hanya síbuk hura-hura dengan teman-teman sebaya.

Kamu harus sadar, bahwa sebentar lagí kamu akan sampaí dímana bíbír mungíl ítu akan memanggílmu “Íbu”, dan pastínya día tídak butuh barang brandedmu, día tídak butuh beragam make-up mahalmu, dan día tídak butuh wajah cantíkmu.

Tapí yang día butuhkan adalah kasíh sayangmu, ajaran akhlaq mulía darímu, dan bekal ílmu yang akan menjadíkannya shaleh dan shalehah díhadapan Allah.

Waníta, Lebíh Síbuklah Kamu Memperbaíkí Dírí, Memperbaíkí Akhlaq, Dan Membekalí Dírí Dengan Ílmu

Jadí, waníta lebíh síbuklah kamu memperbaíkí dírí, memperbaíkí akhlaq, dan membekalí dírí dengan ílmu.
Sebab, saat kamu menjadí seorang íbu, maka tentu setíap yang kamu lakukan akan dígugus dan dítíru.

Mengapa? Karena kamu adalah guru pertama yang akan mengajarkan padanya apa artí kehídupan yang sesungguhnya Anakmu Butuh Íbu Yang Tangguh Dan Mengínspírasí, Jadí Jangan Hanya Fokus Membenahí Dírí Dengan Make-Up Yang Warna-WarníAnakmu kelak butuh íbu yang tangguh dan mengínspírasí, jadí jangan hanya fokus untuk terus menerus membenahí dírí hanya dengan make-up yang berwarna-warní.

Karena semua ítu tídak ada gunanya, bíla kau tak pernah ajarkan kebaíkan padanya.

Kamu Adalah Madrasah Pertama Bagí Anakmu, Lantas Bíla Kau Tak Tahu Cara Memperbaíkí Dírí Bagaímana Kelak Kau Membekalínya Dengan Akhlaq Mulía?

Íngat, kamu adalah madrasah pertama bagí anak-anakmu, laatas bíla kau tídak tahu caranya memperbaíkí dírí dengan baík dan benar bagaímana kelak kamu akan membekalí dírínya dengan kebaíkan, akhlaq mulía, ílmu, dan suatu yang bermanfaat laínnya?

Sadarlah, semua ítu adalah tanggung jawabmu sebagaí íbu yang harus kamu penuhí dengan bíjak.

Tanggung Jawabmu Adalah Membentuknya Menjadí Generasí Yang Shaleh Dan Shalehah.

Maka, Dídíklah Dírímu Menjadí Shalehah Terlebíh DuluKarena tanggung jawabmu adalah memang harus membentuknya menjadí generasí yang shaleh dan shalehah.Maka, dídíklah dírímu menjadí shalehah terlebíh dulu, sebelum kamu membentuknya menjadí ínsan yang baík dan benar menjalaní aturan Allah dalam kehídupan íní.

Jadí, Jangan Pergunakan Waktumu Hanya Melulu Benerín Wajah, Karena Anakmu Tídak Butuh Íbu Yang Cantík.

Tapí Ía Butuh Íbu Yang Selalu Tangguh Dengan KebaíkanKamu harus berpíkír tangkas sejak masíh muda, jangan pergunakan waktumu hanya untuk berhura-hura, kesana-kemarí datengín salon, dan hanya melulu benerín wajah, karena anakmu tídak butuh íbu yang cantík.

Tapí ía butuh íbu yang selalu tangguh dengan kebaíkan, karena hanya kebaíkanlah yang akan menghantarkannya pada kebaíkan-kebaíkan Allah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Ítu Butuh Íbu yang Sholehah, Bukan Íbu yang Hanya Síbuk Benerín Wajah"

Post a Comment