Cara Terbaík Untuk Kembalí Tenang Setelah Dísakítí Adalah Íkhlas Meneríma Kenyataan !


Untuk kembalí baík-baík saja setelah dísakítí atau díkhíanatí memang sangatlah sulít, terlebíh bíla kamu seorang waníta, maka hal wajar jíka íngatanmu masíh segar tentang apa yang telah menímpamu dí masa lalu.


Tapí kamu harus juga sadar, jíka kamu terus-terusan díbelenggu oleh íngatan masa lalu maka sampaí kapanpun kamu akan terus hídup menyedíhkan.

Lalu apa yang harus kamu lakukan? yaítu kembalíkan segala yang terjadí kepada Allah. Íkhlaslah, karena cara terbaík untuk kembalí tenang setalah dísakítí adalah íkhlas meneríma kenyataan.

Luka Ítu Ada Kadang Kamu Sendírí yang Membíarkannya Tetap Menganga Dengan Terus Meratapí

Sebab, luka ítu ada dan tetap nyata kamu rasakan kadang kamu sendírí yang membíarkannya tetap menganga dengan terus meratapínya.

Coba saja kamu hempaskan íngatanmu tentangnya, pupuklah rasa percayamu dengan terus berbaík sangka kepada Allah, dan yakíní bahwa apabíla día pergí ítu karena Allah tahu bahwa día bukanlah yang terbaík.

Relakanlah Apa yang Telah Menjadí Keputusan Rabb-mu, Meskí Ítu Menyakítkan dan Membuatmu Sesak

Íntínya, jangan mau díperbudak perasaan, relakanlah apa yang telah menjadí keputusan rabb-mu, meskí ítu menyakítkan dan membuatmu sesak , karena tetap saja bersamanya ada híkmah baík.

Allah menjauhkanmu darínya dengan cara día menyakítímu, ítu karena Allah bertujuan agar kamu melíhat bagaímana día sebenarnya, sehíngga kamu bísa berpíkír bahwa bukan díalah orang yang kamu butuhkan.

Akan Selalu Ada Pelajaran Bermakna Díbalík Kejadían Menyakítkan yang Kamu Alamí, Maka Íkhlaslah!

Íngat, akan selalu ada pelajaran bermakna díbalík kejadían menyakítkan yang kamu alamí, akan selalu ada híkmah baík darí kejadían tídak menyenangkan yang menímpamu, karena setíap kejadían telah Allah perhítungkan sebaík-baíknya. Maka íkhlaslah!

Pupuk Rasa Percayamu Kepada Allah, Karena Setelah Íní Pastí Ada Keíndahan Luar Bíasa yang Akan Allah Hadírkan

Pupuk rasa percayamu kepada Allah, jangan bíarkan rasa sakít ítu terus membuatmu mengeluh, karena setelah íní pastí ada keíndahan luar bíasa yang akan Allah hadírkan untukmu.

Allah mungkín memang mempertemukan, tapí tídak untuk díbersamakan. Meskí menurut kíta seseorang ítu telah baík, tapí apalah daya Allah lebíh tahu síapa yang pantas dan terbaík untuk kíta.

Yakínlah, Bíla Kamu Íkhlas Maka Pastí Allah Akan Hadírkan Kamu Penggantí yang Lebíh Baík

Jadí untukmu, jangan lama-lama membíarkan lukamu mengkoyak hatí, sungguh kejadían tídak menyenangkan yang kamu alamí dulu tak laín hanya jalan agar kamu lebíh mempercayaí rencana-Nya.

Yakínlah dalam íkhlasmu, karena bíla memang kamu telah berupaya íkhlas, meskí kenyataannya kamu harus melewatí rasa sakít yang mendalam, maka akhírnya pastí Allah akan hadírkan penggantí yang lebíh baík dan kísah yang lebíh índah utukmu.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Terbaík Untuk Kembalí Tenang Setelah Dísakítí Adalah Íkhlas Meneríma Kenyataan !"

Post a Comment